Dalam rangka mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional, Polsek Sebuku melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2025 pada Senin, 16 Januari 2026, pukul 09.00 WITA hingga selesai, bertempat di Desa Sekikilan, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.
Kegiatan panen raya tersebut dihadiri oleh Iptu H. Irwan selaku Kapolsubsektor SP.1 Polsek Sebuku, Bhabinkamtibmas Polsek Sebuku, serta personel Polsek Sebuku. Kehadiran personel Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata institusi dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Panen raya kali ini dilaksanakan di atas lahan seluas 2 hektare yang ditanami jagung jenis hibrida F1. Bibit yang digunakan merupakan bibit Bhayangkara yang berasal dari bantuan Bapak Karo SDM Polda Kalimantan Utara. Dari lahan tersebut, estimasi hasil panen mencapai kurang lebih 1,2 ton jagung. Hasil ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan di wilayah Kecamatan Tulin Onsoi serta mendukung stabilitas pasokan jagung di Kabupaten Nunukan.
Kapolsek Sebuku IPTU Riyanto, S.H selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa panen raya ini merupakan wujud nyata peran Polri dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. Ia menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif berperan dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri siap bersinergi dengan seluruh elemen, baik TNI, pemerintah daerah, kelompok tani, maupun masyarakat setempat dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para petani untuk terus mengembangkan lahan pertanian mereka,” ujarnya.
Panen raya ini juga menjadi momentum untuk mempererat sinergitas lintas sektor. Kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, serta masyarakat diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini menjadi contoh bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat.
Program penanaman jagung ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata, tetapi juga bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya produksi pertanian, diharapkan pendapatan petani dapat bertambah sehingga berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup masyarakat di wilayah pedesaan.